Thursday, May 20, 2010

Resepi Ketenangan

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya,
seumur hidupmu. Kerana ketika dia telah pergi,
segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya,
rukunlah bersamanya. Kerana seumur hidup manusia,
teman sejati tidak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, ingat untuk bersyukur padanya.
Kerana ialah yang mengubah hidupmu..

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
ingatlah dengan tersenyum untuk berterima kasih.
Kerana dialah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum. Kerana ia membuatmu semakin teguh dan kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
baik-baiklah berbincang dengannya.
kerana jika bukan kerana dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia.
Kerana saat kau mencintainya,
bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
berterima kasihlah bahawa ia pernah ada dalam hidupmu.
Kerana ia adalah bahagian dari nostalgiamu.


"Hidup Biarlah Selalu Bahagia"

Taken from email Nonimy70

Jemputan Kenduri

salam cik na,

jemputan kenduri hamba terima ,
merancang hamba untuk bersama .
makan kenduri lauk istimewa,
masakan cikna , nak makan sampai sendawa.

apa lah nasib, badan dah bulat,
kaki tak dapat menampung berat,
terseliuh lutut sakitlah amat,
belum baik walau disapu minyak hangat.

semoga kenduri berjalan lancar,
riang gembira berseri terpancar,
diangin lalu, doa ku kirimkan ,
agar baby sihat bahagia dalam kehidupan.

zah h

Pantun Seloka 3

salam sema/tip,

mu ni nampaknya peminat baca pantun saya...jadi ni pantun nya,

tiba saatnya, seorang cucu melihat dunia,
dberita dihebah disambut ceria,
gambar diupload untuk semua,
walaupun gambar kecik, ku telek jua.

sudah terbayang seorang remaja.
berwajah manis, cantik jelita,
baik perangai baik bahasa,
disenangi keluarga, kenalan semesta.

dikuatkan iman, dimurahkan rezeki,
dimudahkan urusan, ditakdir pintar,
semoga hidupnya sentiasa diberkati,
apabila dewasa bahagia terpancar.

zah h

"Law of the Garbage Truck" Philosophy?

Got this from another mailing list.. would love to share it..

One day I hopped in a taxi and we took off for the airport.

We were driving in the right lane when suddenly a black car jumped out of a parking space right in front of us.

My taxi driver slammed on his brakes, skidded, and missed the other car by just inches! The driver of the other car whipped his head around and started yelling at us.

My taxi driver just smiled and waved at the guy. And I mean, he was really friendly.

So I asked, 'Why did you just do that? This guy almost ruined your car and sent us to the hospital!'

This is when my taxi driver taught me what I now call, 'The Law of the Garbage Truck.'

He explained that many people are like garbage trucks. They run around full of garbage, full of frustration, full of anger, and full of disappointment.

As their garbage piles up, they need a place to dump it and sometimes they'll dump it on you. Don't take it personally.

Just smile, wave, wish them well, and move on. Don't take their garbage and spread it to other people at work, at home, or on the streets.

The bottom line is that successful people do not let garbage trucks take over their day.

Life's too short to wake up in the morning with regrets, so... Love the people who treat you right.

Pray for the ones who don't.

Life is ten percent what you make it and ninety percent how you take it!

Have a blessed, garbage-free day!

Thursday, May 13, 2010

Pantun Seloka 2

 

salam sema / cikna,

dimalam gelap bergelipan cahaya,
indah dihias sebegitu rupa,
bersolek berdandan semua sedara ,
berirama merdu pantun seloka.


permata hati seluruh keluarga,
bingkas kebayan diberi nama,
tekun ditatih pasti bergaya,
meriahkan majlis diingat selama.

senyum manis menambah seri,
usia tidak menjadi ukuran,
tangkas walau badan berisi,
cik na tetap anggun menawan.

terima kasih atas jemputan,
shah alam jauh sudahlah tentu,
ingin hadir tiada kesempatan ,
nanti pulang dinihari takutkan hantu!!!

zah h

Friday, April 30, 2010

Pantun Seloka Srikandi

Di sini saya masukkan pantun2 nukilan dari srikandi sekalian…


Asam gulugor dari sini
Perahu mudek ke seberang
Nak tegor dari tadi
Takut tak jawab adik nan sorang
Dari :K.Lah

Jawab Harsa jawab......
Sebelum Harsa jawab Kak na nak mencelah.
Tanak nasi dalam periuk.
Sambil menjala ikan puyu,
Petik pula daun pegaga,
Tumbuh segar ditepi perigi,
Manakan adik tidak merajuk,
Kakak pulang tidak ketemu,
Bila jauh tidak disapa,
Entah bila berjumpa lagi.
Rasa nak berpantun 8 kerat....... ....
Dari :kakcikna

 

Aduhai... sedih pulak pepagi ni Cik Na....*sot*. ..tapi sibuk2 pun nak jawab jugak:

K.Normah dari Kelantan
Cantiklah sungguh bila berdandan
Apalah sangat di seberang lautan
Dunia sekarang kan tak bersempadan?
(Ini real punya kiasan tau!, jawab K.N, jangan tak jawab)

Anak kecil berlari-lari
Nelayan berakit menjala bawal
Apa dimushkil pokok kari
Kat supermaket kan banyak dijual?
dah. Nak siapkan kerja.

Hugs, jangan tak hugs,
Dari: K.Lah

 

Sungguh wangi daun pandan,
Ditanam bawah pokok cermai,
Dunia memang tidak bersempadan,
Bila nak peluk tangan tak sampai,
Huwaaa......
Dari: Kakcikna

Wednesday, April 28, 2010

Sembuhkan barah dengan Keladi Tikus

Penyakit  Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi                             
image1 image2

Kanker tidak  lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki  harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman  "KELADI TIKUS"  (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker   dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan  tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak  terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan  di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau,orang pertama yang menemukan  tanaman itu di Indonesia ..  Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof  Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari  Universiti  Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang,  Malaysia.

http://cacare.com

Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu  telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris ,  Australia , Selandia Baru,  Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. "Sebelum  menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami  menyiapkan wig  (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut,  selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.   Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi  terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia   mendapatkan  informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk  mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli  teh  tersebut,"  ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada  di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja  dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul  Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. "Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut.  Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi  sambil tersenyum.  Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium  flagelliforme itu. Berdasarkan pengetahuannya di bidang  biologi, pensiunan pejabat   Departemen Pertanian ini langsung  menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa  koleganya di berbagai tempat,familinya di Pekalongan Jawa Tengah,  balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di  sana .  Setelah mendapatkan tanaman  tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi  menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman  yang ditemukannya itu.   

   
Selang beberapa hari, Dr Teo  menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang  benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar  tidak ragu lagi untuk  menggunakannya sebagai obat,"  lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan  tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses  tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku  tersebut  untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya,Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman   tersebut.   "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai  mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan  tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang  mendampingi ayahnya saat itu.           
Selama mengkonsumsi sari tanaman  tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi  yang dijalaninya. Rambutnya berhenti   rontok, kulitnya tidak rusak dan  mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,"  lanjut Boni.  Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri  Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif,  dan itu sungguh    mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata  Patoppoi. Para dokter itu kemudian  menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. "Malah  mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi  kepada kami," lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai  kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan  tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat  keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang  sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan  sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal,  para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan  penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil  tertawa. Setelah beberapa lama tidak berhubungan,  berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998,  Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax  untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat
di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di   Indonesia. Kemudian Dr ..  Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu  apa yang  harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo   menganjurkan agar kedua belah pihak  bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha  nyata membantu penderita  kanker di Indonesia.  

Kemudian,  pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wir yanto , salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan   salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil  menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom  Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang  diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30  telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang  datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran  Sidoarjo.

Pasien pertama yang  berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah  diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi.  Tetapi karena belum  memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya  operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi  tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut  datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena  hasil pemeriksaan mengatakan negatif. Berdasarkan animo masyarakat  sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo  secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan  Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr.  Teo di Penang ,  Malaysia .  Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan  lebih lanjut  mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki  nama Indonesia . Ternyata saat  Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi  revisi tahun  1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta  pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker.

Dari  pembicaraan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka  secara resmi,  Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan  lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam  buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta Timur,  telp. 021-4894754, 4894786, 4897686 dan di Buduran, Sidoarjo.

Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang  dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis  tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata  Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi  formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan  dikirimkan melalui fax  ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi  disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan  mengirimkan resep sekaligus  obatnya, dengan harga langsung dari  Malaysia , sekitar  40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni.

                                                  
"Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa  memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya.Sebenarnya pengobatan ini  juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di  Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah  menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di  Surabayaini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi  pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh  rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani  kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut,  kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah.     
                
Tetapi pada pasien kedua  yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga  memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi. Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi  dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan  ini belum resmi diteliti di Indonesia ..  Menurutnya,  jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan  konvensional dan modern," 
kata dokter tersebut. Banyak  hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan  kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu  di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu  tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker  paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh  dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat  tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita  dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika  pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak  boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi  jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil   tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan  akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa  sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus,  beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa  kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit  yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat  seperti kanker   payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher  rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.  Jadi diharapkan agar hasil  penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi  teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan  artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial "Cancer Care Indonesia " beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no. 5,  Jakarta Timur, telp : 021-4894754, 4894786, 4897686